Sabtu, 04 November 2023

Kapan Harus Menulis?

 Kapan Harus Menulis? Pertanyaan ini sebetulnya gampang untuk dijawab, ya kapan saja. Namun, tidak mudah untuk kerjakan. Semuanya tergantung pada jawaban atas pertanyaan, apakah Anda ingin sesegera mungkin untuk mulai menulis, atau nanti-nanti aja, yang pada akhirnya tidak akan pernah memulai menarikan jemari diatas papan ketik.

Mungkin saja, kita bisa membahas soal perencanaan, untuk mengatur waktu menulis. Tak seorang pun peserta pelatihan menulis yang saya lakukan, ingin menunda untuk memulai menulis. Inginnya segera, saat ini juga. 

Ini tentu saja merupakan modal penting. Keinginan ini, tentu akan mewujud menjadi karya jika memang segera itu pula menuangkan gagasan yang berkelebat di kepala dalam rangkaian kata-kata hingga menyusun jadi kalimat, paragraf, alenia dan akhirnya bab, sampai jadilah sebuah buku.

Kita bisa saja berhenti sejenak, dan saya menyarankan memang untuk berhenti sejenak ketika menulis, untuk menyiapkan otak agar lebih segar. Penting untuk merefresh, otak dan suasana, agar mood untuk menulis bangkit, dan pikiran jadi lebih fokus.

Jadi, kapan harus mulai menulis. Jawabannya, sederhana, mulailah sesegera mungkin, dan kapan saja ide berkelebat. Jangan biarkan ide lepas. Segera tuliskan, meskipun dirasakan tidak penting dan kurang menarik. Tuangkan saja dalam rangkaian kalimat sederhana yang tidak perlu memperhatikan susunan kata dan tanda baca, namun kita mengerti apa yang dimaksudkan. Lakukan saja, meskipun tulisan itu terkesan acak-acakan yang terasa tidak fokus. 

Jika ini dilakukan, maka berarti Anda sukses untuk melangkah menjadi penulis. Selamat!


Menulis dan Berfikir

Menarik untuk sekedar mengawali pembelajaran tentang menulis, untuk mengenal lebih dekat hubungan antara menulis dan berpikir. Sekilas bisa dikatakan, masing-masing aktivitas itu bisa meningkatkan kualitas dan kemampuan yang lain.

Menulis bisa meningkatkan kemampuan berfikir, dan sebaliknya. Berfikir pun bisa meningkatkan kemampuan menulis.

Hubungan resiprokal ini, tentu memberikan pembelajaran penting, bahwa untuk meningkatkan kemampuan menulis, dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan berfikir, pun juga sebaliknya. Meningkatkan kemampuan berfikir, dengan meningkatkan kemampuan menulis.

Memahami hubungan antara menulis dan berpikir, dan mendalami tentang bagaimana menulis dapat meningkatkan kemampuan berfikir, dan sebaliknya, tentu akan menjadi aktivitas yang lebih menarik untuk dilakukan, ketimbang diwacanakan.

Selanjutnya, coba pelajari alasan mengapa penting untuk berpikir, dan menulis secara berulang-ulang selama studi dan aktivitas mewujudkan karya tulis. Konsep-konsep ini lah yang dihasilkan, dan akan terus digunakan untuk mengembangkan berbagai tanda dan perlambang, yang akan mewujud menjadi keabadian.

Jumat, 03 November 2023

Kisah 9 Jam Jadi Penulis, Tapi ada yang 3 Jam, ternyata...

Belajar 9 jam bisa jadi penulis. Bisa dikatakan hebat, bisa juga biasa saja, ataupun bahkan tidak ada artinya sama sekali.

Tidak tiga kali mengajar menulis dengan modul pembelajaran 9 jam jadi penulis, di media sosial yang menemukan promosi lagi, tiga jam bisa jadi penulis. Wah tentu luar biasa. Pengen tahu juga metodenya seperti apa. Simsalabim kah, atau keajaban apa yang dibawa untuk mewujudkan kemampuan menulis seseorang.

Aku pun mendaftar, hingga rasanya tidak sabar menantikan akhir pekan. Pasalnya, pelaksanaan belajar menulis 3 jam itu, hanya akan dilakukan pada akhir pekan ini. 

Ketika saatnya tiba, sesuai dengan agenda yang sudah direncanakan, kudatangi tempat belajarnya. Rupanya, menggunakan ruang kelas di sebuah sekolah dasar negeri. Kondisinya cukup baik untuk dijadikan tempat belajar. 

Ternyata cukup banyak juga pesertanya, kuhitung sejak pagi tadi sudah datang 15 orang, yang semuanya berprofesi sebagai guru. Wo, rupanya pelatihan ini menyasar guru.

Seorang guru bertanya padaku, bukan guru kok ingin belajar menulis. Yang kujawab, sekenanya saja, karena ingin menulis buku. Wah, ternyata jawabanku ini menarik perhatiannya. Ia pun bercerita tentang keinginannya untuk menjadi penulis buku, terutama buku ajar yang bisa dijadikan pegangan dalam mengajar. Selain itu, ia juga ingin menjadi penulis novel, kalau bisa menjadi novelis terkenal.

Ternyata, belajar menulis 3 jam itu untuk satu kali pelatihan. Sementara pelatihan ini merupakan seri atau rangkaian dari pelatihan menulis yang direncanakan akan dilakukan selama 12 kali pertemuan, setiap akhir pekan. Woalah...

Suntikan Semangat

Meski semangat dan kecintaan pada dunia tulis menulis tidak pernah padam, namun menulis dengan konsisten tidaklah mudah. Blog ini sudah lama tidak diisi, entah karena alasan apa, blog ini dan sejumlah blog saya di band, dan sempat kehilangan akses. Tadinya dibiarkan saja, toh masih bisa membuat blog baru dengan email baru, ataupun bisa membeli dan mengelola situs sendiri. Namun, seorang teman mengajari saya tentang cara membuka blog yang dikunci dengan berbagai alasan. Jadilah mulai beberapa pekan lalu, terbuka lagi dan bisa diakses lagi. Alhamdulillah. Jadi suntikan semangat lagi untuk meneruskan mengisi dan menulis dalam blog yang didedikasikan pada dunia penulisan. Selamat menikmati lagi blog ini..